Faktor Yang Mendasari Keluarga Harmonis

Anak Broken Home, menjadi salah satu contoh adanya suatu keluarga yang tidak bisa menciptakan ruang lingkup keluarga yang harmonis. Banyak sudah kasus anak-anak Broken Home ini menjadi konsumsi publik banyak, namun masih saja akan terus diulang di setiap hari per tahunnya. Ada yang Broken Home akhirnya memutuskan tindakan meninggalkan rumah, ada juga yang lebih pro ke ibu atau ke bapaknya, hingga ada yang tidak tahan dan nekat uintuk melakukan perbuatan keji yakni bunuh diri. Apa yang menyebabkan itu semua ?.. sudah pasti KELUARGA YANG TIDAK HARMONIS !!. kondisi ini akan menekan psikis dan juga batin si anak tersebut. baik melalui mental atau bahkan tindakan ( prilaku ) buruk yang lama-kelamaan akan diikuti dan diterapkan ke orang sbobet88 lain juga. Hal inilah yang memperluas gejala sosial makin banyak.

Gambaran Kelurga Yang Harmonis

Untuk mendukung merubahnya hal tersebut yakni dengan melakukan perubahan dari dalam diri dan keluarga juga. Dengan merubah pola pikir, dan melihat peranan keluarga yang sebenarnya penting pun bisa menjadi salah satu tujuan terciptanya keluarga yang harmonis ini. bagaimana caranya bisa membuat keluarga menjadi harmonis ? apakah keluarga yang sebelumnya sudah berantakan juga akan bisa kembali seperti semula lagi ?..

Untuk hal itu, 50% : 50% adanya. Karena, harus semua pihak keluarga menyadari akan satu kesalahan yang menjadikan keluarga itu tak harmonis, dan bisa benar-benar merubah kembali menjadi keluarga yang harmonis nantinya. Coba saja, kalian terapkan faktor-faktor yang mendasari keluarga itu bisa menjadai harmonis dan juga utuh. Semisalnya seperti faktor-faktor yang ingin mimin beritahukan di bawah ini. karena sepengalaman mimin, menjadi salah satu anak yang broken home itu tidaklah menyenangkan dan sulit sekali untuk dijalani. Bagi kalian yang masih sayang dengan anak kalian dan keluarga, yuk bentuk keluarga harmonis sejak dini 😊.

Beberapa Faktor Dari Para Ahli Terkemuka

Untuk menciptakan hal ini, benar-benar dibutuhkan sebuah pemahaman akan faktor itu sendiri. Mulai dari kalian menjalin hubungan baik di antara anggota keluarga yang ada, lalu pengenalan setiap karakter yang dimiliki oleh keluarga tersebut, sikap menerima semua keputusan yang dibuat oleh kepala kelurga, serta penyesuaian dari perkembangan gaya hidup juga bisa mndasari terjadinya sebuah keharmonisan “ jika memang PEMAHAMANNYA tepat dijalankan “.

Ciptakanlah Suasana Yang Baik

Faktor yang mendasari itu semua bisa langsung terlihat pada penyesuain situasi dan kondisi si Anak yang memiliki peranan utama demi terbentuknya keluarga yang harmonis. Kesatuan orang tua dan anak harus bisa terikat satu sama lain, dalam artian kalian sebgai orang tua harus menciptakan sebuah kondisi ;

  • Yang saling mengerti antara pasangan, kerjasama yang baik, saling mengasihi satu sama lain. Maka pandangan ini akan sangat bagus dilihat oleh sang anak.
  • Mengerti apa yang diinginkan dari si anak, memberikan kasih sayang serta bijaksanalah kalian sebagai orang tua. Maka perilaku ini akan ditiru oleh si anak.
  • Bisa saling memahami satu sama lain, sesimpel inilah yang anak inginkan. Harus ada keadilan jangan hanya sebelah pihak saja yang ternilai.

Faktor Dari Sarlito , 1982 ;

Keluarga yang harmonis ini, akan benar-benar tercipta jika memiliki faktor-faktor :

  • Kesejahteraan jiwa = yang berarti masalah pertengkaran, percecokan harus memiliki frekuensi yang sangat amat rendah. Mengasihi, membutuhkan, tolong menolong sesama anggota keluarga menjadi Indikator pemicu keluarga tersebut menjadi keluarga yang harmonis.
  • Kesejahteraan fisik = terkadang sering terjadinya keluarga yang sedang sakit, dan akan membutuhkan banyak pengeluaran. Dari sinilah, kalian harus bisa mengerti akan hal itu. Toh tujuannya untuk anggota keluarga itu juga.
  • Perimbangkan pengeluaran & pemasukan = untuk merancang kehidupan yang baik bagi keluarganya, tentu saja dengan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran dari keluarga itu sendiri.

Faktor Dari Gunarsa , 1993

Dimana, faktor-faktor dari terciptanya suatu keluarga yang harmonis dilihat dari :

# Suasana Rumah

Menurut mimin ini juga faktor utama , mengapa keluarga harmonis bisa terjalin dengan baik. Kita bisa melihat keserasian yang tercipta antara orang tua dengan anak yang membuat suasana itu sendiri menyenangkan bagi anak yang melihat sosok ayah yang kuat dan ibu yang mendapingi sama-sama saling pengertian dan juga bekerjaama, membuat si anak menjadi senang ( mimin katakan ini true ). Anak memang pada dasarnya ingin orang tua bisa mengerti akan diri si anak tersebut, dengan memberikan sedikitnya rasa kasih sayang yang sama-sama oleh kalian ( para orang tua ).

# Anak, Menjadi Ikatan Keluarga

Hadirnya anak di tengah-tengah keluarga siapa si yang tidak menginginkannya ?.. dengan adanya anak, bisa membuat suatu hubungan menjadi lebih kokoh lagi dalam suatu keluarga dan juga menjadi salah satu tali penyambung kasih sayang yang terjadi diantara anggota keluarga.

# Perekonomian

Perekonomianini menjadi salah satu kondisi yang telah di perkirakan sangat berpengaruh terhadap suatu keharmonisan di dalam keluarga. Tingkatan sosial ekonomi yang sangat rendah inilah seringkali bisa menyebabkan banyak sekali permasalahan yang akan dihadapi dengan adanya kondisi keuangan kelurga yang misalnya tidak memadai.

Selain itu, ada juga dari Mufidah, yang dimana faktor yang mempengaruhi keharmonisa dari suatu keluarga ini dinilai dari adanya Keterbukaan antara anggota keluarga yakni ayah dan juga ibu, lalu juga akan terdapat suatu kesepakatan diantara ayah dan ibu, serta anak mengenai kedisiplinan dalam keluarga, cara-cara dalam mendidik yang penuh akan kasih sayang juga sangat amat diperlukan, serta membangun sebuah interaksi antar anggota keluarga di butuhkan sekali nantinya.

Faktor Dari Hurlock , 2014

Dimana , faktor dalam keluarga yang harmonis harus dilandasi oleh :

# Komunikasi Yang Interpersonal

Komunikasi ini memiliki sebuah fungsi sebagai slah satu sarana Individu untuk mengemukakan pendapat dan juga pandangan secara individu ( personal ). Dengan adanya sebuah komunikasi yang baik antar anggota keluarga, maka nantinya akan dengan mudah untuk bisa memahami pendapat yang diutarakan oleh setiap anggota keluaraga yang ada. Tanpa adanya komunikasi ini, landasan pokok dari keluarga akan hancur dan hilang begitu saja. Sehingga mulailah timbul konflik keluarga.

# Tingktan Perekonomian Dari Keluarga

Ke stabilitasan dan juga kebahagiaan keluarga bisa terpengaruh dari adanya tingkatan ekonomi ini. namun, belum tentu si ekonomi rendah membuat hancur segalanya. Contohnya bisa dilihat beberapa masyarakat di Indonesia yang tidak memiliki malah lebih erat dalam gotong royong saling emnolong dalam keluarga. Namun, kebahagian itu sendiri akan hilang dan berbeda dengan yang lainnya. ini juga bisa mendapatkan sebuah gejala yakni perselisihan antar keluarga.

# Peranan Orang Tua

Perasaan anak akan berpengaruh dari sebuah sikap yang dimiliki oleh orang tua tersebut. jika orang tua memiliki sikap yang demokratis, maka anak akan memiliki suatu sikap yang berbentuk positif juga. Karena, dampingan orang tua memang sangat mendukung itu semua.

# Ukuran Dari Sebuah Keluarga

Ukuran keluarga lebih kecil akan memiliki banyak kemungkinan yang nantinya bisa lebih besar untuk memperlakukan anak secara demokratis dan juga akan jauh lebih baik lagi di dalam kedekatan antara anak dengan kalian sosok para orang tua.